ETANOL

ETANOL (C2H5OH)dikenal juga dengan sebutan etil alkohol, alkohol solut, alkohol murni atau alkohol saja.
Rumus-rumus dari Etanol

Etanol merupakan senyawa kimia yang pertama kali di temukan rumus kimia nya. Etanol adalah alkohol 2-karbon dengan rumus molekul CH 3 CH 2 OH. Rumus molekul dari etanol itu sendiri adalah C2H5OH dengan rumus empirisnya C2H6O.
Rumus kimia umumnya adalah CnH2n+1O. Sebuah notasi alternatif adalah CH 3-CH 2-OH, yang mengindikasikan bahwa karbon dari gugus metil (CH3 -) melekat pada karbon dari gugus metilen (-CH 2 -), yang melekat pada oksigen dari gugus hidroksil(OH-). Etanol sering disingkat sebagai EtOH, menggunakan notasi kimia organik umum mewakili gugus etil (C 2 H 5) dengan Et.
Etanol termasuk dalam alkohol primer, yang berarti bahwa karbon yang berikatan dengan gugus hidroksil paling tidak memiliki dua hidrogen atom yang terikat dengannya juga. Reaksi kimia yang dijalankan oleh etanol kebanyakan berkutat pada gugus hidroksilnya.
Rumus kimia  adalah Rumus yang melambangkan jumlah atom unsure yang menyusun senyawa beserta nama atomnya. Rumus kimia juga dikenal dengan nama rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.

Kegunaan Etanol

Etanol digunakan untuk bahan baku industri atau pelarut (kadang-kadang disebut sebagai etanol sintetis) yang terbuat dari petrokimia saham pakan, terutama oleh asam – katalis hidrasi etilena, diwakili oleh persamaan kimia
C 2 H 4 + H 2 O → CH 3 CH 2 OH

Etanol terbentuk dari 3 senyawa yaitu karbon, hidrogen dan oksigen, etanol juga merupakan cairan yang mudah menguap dengan aroma yang khas dan tak berwarna. Dapat juga terbakar tanpa adanya asap dengan timbulnya lidah api berwarna biru yang kadang-kadang tidak dapat terlihat pada cahaya biasa.
Etanol di artikan sebagai cairan yang sangat mudah terbakar, mudah menguap, alkohol yang sering di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, etanol juga tidak berwarna .

Sifat gugus hidroksil yang polar menyebabkannya dapat larut dalam banyak senyawa ion, utamanya natrium hidroksidakalium hidroksidamagnesium klorida,kalsium kloridaamonium kloridaamonium bromida, dan natrium bromida. Natrium klorida dan kalium klorida sedikit larut dalam etanol. Oleh karena etanol juga memiliki rantai karbon nonpolar, ia juga larut dalam senyawa nonpolar, meliput kebanyakan minyak atsiri dan banyak perasa, pewarna, dan obat.
Ikatan hidrogen menyebabkan etanol murni sangat higroskopis, sedemikiannya ia akan menyerap air dari udara.

Selain etanol orang mengenalnya dengan alkohol atau minuman yang beralkohol. ini di sebabkan karena adanya etanol sebagai bahan utama atau zat utama dari etanol tersebut bukan metanol ataupun yang lainnya.
Dalam segala apapun yang terikat pada atom karbon, dan yang memiliki gugus hidroksil (-OH) di dalam kimia alkohol juga dikenal dengan senyawa organik .
Etanol yang berarti alkohol ini sering banyak di gunakkan dalam ilmu farmasi dan ilmu kimai, sehingga jika di hubungkan dengan ilmu farmasi akam memiliki arti tersendiri yang lebih luas.
Dalam kimia etanol adalah pelarut penting dan di gunakan untuk stok senyawa sintetis lainnya dan etanol juga dapat digunakkan sebagai baham bakar.
Etanol digunakkan sebagai pelarut karena untuk konsumsi dan penggunaan pada manusia contohnya penggunaan pada pemakain pewarna makanan, perasa, obat-obatan serta dapat di gunakkan juga sebagai parfum.
Etanol adalah salah satu pelarut yang sangat serbaguna, dia dapat larut dalam air dan pelarut organik lainnya, meliputi asam asetatasetonbenzenakarbon tetrakloridakloroformdietil eteretilena glikolgliserol,nitrometanapiridina, dan toluena. Selain dapat larut dalam pelarut organic dan dalam air aetanol juga larut dalam hidrokarbon alifatik yang ringan, seperti pentana dan heksana, dan juga larut dalam senyawa klorida alifatik seperti trikloroetana dan tetrakloroetilena.

Sifat-Sifat Etanol
dibagi menjadi 2 yaitu
1. Berdasarkan sifat kima

  • ·         Reaksi asam basa
  • ·         Halogenasi
  • ·         Pembuatan ester
  • ·         Dehidrasi
  • ·         Oksidasi
  • ·         pembakaran

2. Berdasarkan sifat fisika
Sifat-sifat fisika etanol dipengaruhi oleh

  • keberadaan gugus hidroksil
  • pendeknya rantai karbon etanol.
  • Gugus hidroksildapat berpartisipasi ke dalam ikatan hidrogen, sehingga membuatnya cair dan lebih sulit menguap dari pada senyawa organik lainnya dengan massa molekul yang sama.

Sumber Etanol

Etanol adalah energi terbarukan sumber karena energi yang dihasilkan dengan menggunakan sumber daya, sinar matahari, yang tidak dapat habis. Pembuatan etanol dimulai dengan fototsintesis menyebabkan bahan baku, seperti tebu atau gandum seperti jagung (jagung), untuk tumbuh. Ini bahan baku diproses menjadi etanol.
Saat ini, proses generasi pertama untuk produksi etanol dari jagung menggunakan hanya sebagian kecil dari tanaman jagung: kernel jagung yang diambil dari tanaman jagung dan hanya pati, yang mewakili sekitar 50% dari massa kernel kering, berubah menjadi etanol. Dua jenis proses generasi kedua sedang dalam pengembangan. Jenis pertama menggunakan enzim dan ragi fermentasi untuk mengkonversi selulosa tanaman menjadi etanol sedangkan tipe kedua menggunakan pirolisis untuk mengkonversi seluruh pabrik baik cair bio-minyak atau syngas . Proses generasi kedua juga dapat digunakan dengan tanaman seperti rumput, kayu atau bahan limbah pertanian seperti jerami.

Etanol Mudah Terbakar

Sebuah solusi etanol-air yang mengandung 40% ABV akan terbakar jika dipanaskan sampai sekitar 79 ° F (26 ° C)dan jika sumber pengapian diterapkan untuk itu. Para titik nyala etanol murni adalah61,88 ° F (16,60 ° C), kurang dari suhu ruangan rata-rata.
Poin Lampu kilat konsentrasi etanol dari ABV 10% sampai 96% ABV adalah sebagai berikut:

  • 10% – 120 ° F (49 ° C)
  • 12,5% – sekitar 125 ° F (52 ° C)
  • 20% – 97 ° F (36 ° C)
  • 30% – 84 ° F (29 ° C)
  • 40% – 79 ° F (26 ° C)
  • 50% – 75 ° F (24 ° C)
  • 60% – 72 ° F (22 ° C)
  • 70% – 70 ° F (21 ° C)
  • 80% – 68 ° F (20 ° C)
  • 90% – 63 ° F (17 ° C)
  • 96% – 63 ° F (17 ° C)

Minuman beralkohol yang memiliki konsentrasi rendah etanol akan terbakar jika cukup dipanaskan dan sumber pengapian (seperti percikan lisrtik atau pertandingan) yang diterapkan kepada mereka. Misalnya, titik nyala anggur biasa yang mengandung etanol 12,5% adalah sekitar 125 ° F (52 ° C).
Bentuk pembakaran karbon dioksida dengan uap air adalah
2 H 5 OH (l) + 3 O 2 (g) → 2 CO 2 (g) + 3 H 2 O (g) (ΔH c = -1371 kJ / mol  ) = panas spesifik 2,44 kJ / (kg · K)

Etanol Meleleh

Etanol meleleh pada -114,1 ° C, mendidih pada 78,5 ° C, dan memiliki densitas 0,789 g / mL pada 20 ° C. Titik beku yang rendah memiliki

membuatnya berguna sebagai cairan dalam termometer untuk suhu di bawah -40 ° C, titik beku air raksa, dan untuk lainnya
suhu rendah keperluan, seperti untuk antibeku dalam radiator molekul

 

karbon dioksida & karbon monoksida

Karbon dioksida .
Rumus kimia dari karbon dioksida itu sendiri adalah CO2, karbon dioksida sering juga disebut zat asam arang yang artinya senyawa kimia yang memiliki satu atom karbon dan dua atom yang berikat secara kovalen yaitu oksigen.
Ia berbentuk gas pada keadaantemperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387ppm berdasarkan volume walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.
pada proses respirasi karbon dioksida di hasilkan dari  berbagai jenis yaitu hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan fungi, selain pada prosese respirasi karbon dioksida juga penting sekali untuk proses fotosintesis. Karena itu pula karbon dioksida sangat sangat penting dalam siklus karbon.
Karbon dioksida ini bersifat organik, tetapi dalam karbon dioksid.
CO2 juga ada yang bersifat anorganik yaitu yang berasal dari gunung berapi dan proses geotermal contohnya seperti pada air panas.

Karbon dioksida tidak mempunyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1 atm namun langsung menjadi padat pada temperatur di bawah -78 °C. Dalam bentuk padat, karbon dioksida umumnya disebut sebagai eskering.CO2 itu tidak berwarna, dan tidak berbau yang berbentuk suatu gas, Larutan CO2 ini sendiri dapat merubah warna nya dari biru menjadi merah muda, CO2 juga sering dikenal dengan nama oksidasi asam.
CO2 sangat penting bagi bumi karena jika tidak ada CO2 maka bumi dalam keadaan dingin, tetapi gas CO2 tidak boleh kebanyakkan di bumi karena jika kebanyakkan bumi kita akan panas.
Selain di bumi CO2 juga terdapat pada planet planet lain lain, tetapi setiap planet jumlah gas karbon dioksida nya berbeda-beda, gas CO2 pada planet venus sangat banyak di bandingkan dengan bumi sehingga pada planet venus berudara sangat panas sekali .

pada zaman dahulu gas CO2 ini tidak berbahaya bagi bumi tetapi dengan perkembangannya zaman dan adanya faktor Global Worming atau Pemasan Global CO2 di anggap menjadi berbahaya Dan kenaikan suhu sebesar 1 derajat celcius dalam waktu 100 atau 200 tahun sudah termasuk Pemanasan Global. jadi maka dari itu suhu gas CO2 harus di turunkan.

Kegunaan karbon dioksida CO2

1. UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN
Karbon Dioksida tidak memperbesar pembakaran. Karbon Dioksida merupakan media pemadam kebakaran. Pindahkan silinder-silinder yang secara tidak langsung terpengaruh api. Dinginkan silinder-silinder dengan air yang diambil dari tempat yang terlindungi.

2. Karbon dioksida memadamkan api, dan juga sebahagian alat pemadam api terutamanya direka bagi api eletrik, mengandungi cecair karbon dioksida bawah tekanan. Karbon dioksida juga digunakan di atmosphera sebagai kimpalan – welding, walaupun dalam gerbang kimpalan – welding arc, ia bertindak balas kepada pengoksidaan kebanyakan logam. Kegunaan dalam industri kereta juga biasa walaupun terdapat banyak bukti bahawa kimpalan menggunakan karbon dioksida adalah rapuh berbanding yang dilakukan dalam atmosphera lebih stabil – inert, dan kimpalan sedemikian merosot semakin lama akibat pembentukan asid karbonik. Ia digunakan sebagai gas pengimpalan kerana ia lebuh murah berbanding gas nadir lain seperti argon atau helium.
3.Karbon dioksida cair dan pepejal merupakan bahan penyejuk penting, terutamanya dalam industri makanan, dimana ia digunakan semasa pengangkutan dan penyimpanan dan makanan beku yang lain.

4. Karbon dioksida digunakan bagi membentuk minuman ringan berkarbonat dan air soda. Secara tradisi, karbonat dalam bir dan wine berkilau terhasil daripada penapaian semulajadi, tetapi sebahagian pengilang menambah karbonat kedalam minuman ini secara buatan.

5. sebagai fotosintesis pada tumbuhan dan gas rumah hijau mungkin mengkayakan atmosphera mereka dengan CO2 tambahan merangsang pertumbuhan tanaman.

6. memberikan panas pada bumi.

Karbon Monoksida (CO)

Karbon monoksida dikenal dengan rumus molekul (CO), memiliki satu atom oksigen dan satu atom yang berikatan secara kovalen yaitu karbon. Antara atom karbon dan oksigen memiliki1 ikatan kovalen koordinasi dan 2 kovalen ikatan kovalen. Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat sangat penting,sehingga dengan berjalannya waktu semakin dikembangkan dalam produksinya.

Karbon monoksida (CO) adalah gas yang dihasilkan dari proses bahan bakar yang tidak sempurna dari senyawa karbon. Karbon monoksida akan membentuk karena adanya proses pembakaran yang akan menyebabkan kekurangan nya oksigen, karbon monoksida sangat berperan yaitu untuk perkursor banyak senyawa karbon. Karbon monoksida ini bersifat tak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah larut dalam air, tidak menyebabkan iritasi, beracun, dan berbahaya.
karbon monoksida mudah terbakar yang akan menghasilkan lidah api berwarna biru, yang nantinya akan berubah menjadi karbon dioksida

Gas karbon monoksida ini pun dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah -129 derajat Celsius. “Karbon monoksida ini sifatnya seperti adjektiv stres.
kendaraan bermotor hal utama yang menyebabkan sumber polutanapa lagi yang terjadi di perkotaan karena di perkotaanlalu lintas nya sangat padat yang akan menyebabkan banyaknya karbon monoksida yang tercemar dandi perkotaan juga karbon monoksida akan bereaksi dengan lambat.
Karbon monoksida ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan diapsorpsi di dalam peredaran darah. Itulah mengapa karbon monoksida akan berkaitan dengan haemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. “Kalau karbon monoksida terhisap ke dalam paru-paru, maka ia akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini dapat terjadi karena gas karbon monoksida bersifat racun metabolisme, pembakaran karbon dalam minyak bakar terjadi melalui beberapa tahap, seperti 2C + O2 -> 2CO, dan 2CO + O2 -> 2CO2. Reaksi pertama berlangsung sepuluh kali lebih cepat daripada reaksi itu, karbon monoksida merupakan intermediat pada reaksi pembakaran tersebut dan dapat merupakan produk akhir jika jumlah O, tidak cukup untuk melangsungkan reaksi kedua. Karbon monoksida juga dapat merupakan produk akhir meskipun jumlah oksigen di dalam campuran pembakaran cukup, tetapi antara minyak bakar dan udara tidak tercampur rata. Pencampuran yang tidak rata antara minyak bakar dengan tempat yang kekurangan oksigen. Semakin rendah perbandingan antara udara dengan minyak bakar, semakin tinggi jumlah karbon monoksida yang dihasilkan.tabolisme dengan darah.

Kegunaan karbon monoksida dalam industri

Karbon monoksida adalah merupakan gas industri  utama yang memiliki banyak kegunaan dalam produksi bahan kimia pukal (bulk chemical). Sejumlah aldehida dengan hasil volume yang tinggi dapat diproduksi dengan reaksi hidroformilasi dari alkena, CO, dan H2.
Pada proses Monsanto, karbon monoksida bereaksi dengan metanol dengan keberadaan katalis rodium homogen dan HI, menghasilkan asam asetat. Proses ini digunakan secara meluas dalam produski asam asetat berskala industri.
Metanol diproduksi dari hidrogenasi CO. Pada reaksi yang berkaitan, hidrogenasi CO diikuti dengan pembentukan ikatan C-C, seperti yang terjadi pada proses Fischer-Tropsch, CO dihirogenasi menjadi bahan bakar hidrokarbon cair. Teknologi ini mengijinkan batu bara dikonversikan menjadi bensin.

AIR

Air adalah salah satu senyawa yang di ketahui penting di bumi bagi semua bentuk kehidupan sampai saat ini, tetapi tidak untuk planet lain.
Wujud dari air itu sendiri adalah padatan (berupa es), cairan (berupa air), dan gas (berupa uap air)
Air itu merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.Air mampu menutupi bumi sampai 71%nya.
Stuktur molekul air adalah  H2O, terdiri dari 3 buah atom yaitu H-O-H, dua buah atom hydrogen tersebut terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Selain di lihat dari wujud nya air juga dilihat dari sifat-sifat air tersebut pada kondisi standar yaitu : tidak berasa, tidak berbau dan tidak bewarna, yaitu pada tekanan 100 kPa  dan temperatur 273,15 K (0 °C).

Analisis dari air ini sendiri adalah sebagai berikut
suatu atom stabil pada saat dalam keadaan oktet (8) kecuali pada helium dan hydrogen yang memiliki kulit terluarnya 2. Pada air terdapat atom O yang memiliki 6 elektron terluar dan H memiliki 2 elektron terluar. Jika ingin stabil maka atom H yang memiliki 2 elektron harus memberikan nya kepada atom O yang memiliki 6 elektron yang akan menimbulkan adanya kestabilan. Dari hasil tersebut akan menghasilkan 2 pasang ikatan dan 2 jumlah pasangan electron yang terdapat dalam suatu molekul, 2 pasang electron dan 2 jumlah pasangan electron bebas sebanyak 2.
Penjelasannya

2 ikatan yang terjadi terlihat seperti gambar di atas antara dua electron H yang memberikan electron kepada atom O.
Total jumlah electron yang terdapat dalam H2O tersebut berjumlah 8 di lihat dari atom 0 yang memiliki 6 elektron dan 2atom H yang masing-masing memiliki 2 elektron.
Jumlah pasangan electron 2 yaitu antara O&H.

Dalam air pula akan membentuk ikatan dalam molekulnya yaitu ikatan polar, ikatan polar di bentuk dari atom yang  memiliki elektronegatifitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikatan-ikatan yang lainnya.
H memiliki elektronegatifitasnya 2,1
O memiliki elektronegatifitasnya 3,5
jadi perbedaan elektronegatifitasnya adalah 1,4

Molekul air dapat membentuk suatu materi
air dapat dibentuk dari atom O dan 2 atom H, mereka saling membutuhkan satu sama lain yaitu adanya pelepasan electron dan penerimaan electron.
melepas akan dilakukan oleh atom H dan yang menerima akan dilakukan oleh atom O, dari hasil tersebut akan terjadinya tarik menarik antara kedua atom tersebut dan dari tarik menarik tersebut akan mencapai nya kestabilan.
Jika stabil akan membentuk suatu molekul dari molekul akan membentuk materi yang terjadi dari ikatan (+) yaitu pada atom H dan  (-) pada atom O.

Polaritas dari air adalah tetrahedral semu dengan bentuk molekul planar bentuk V (bentuk sudut). Pada air terdapat 2 pasang elektron bebas dan 2 pasang electron terikat.
Pasangan electron bebas tersebut lebih kuat menolak pasangan electron terikat sehingga sudut dari HOH menjadi 104,5 derajat.

Ikatan kima adalah interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang yang menyebabkan suatu diatomic atau poliatomik menjadi stabil.
ikatan terjadi karena adanya perbadaan muatan yang menyababkan adanya tarik menarik antara dua atom tersebut.

Air dikenal sebagai pelarut universal, ini dilihat dari air yang dikenal sebagai melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cairan padat dibawah tekanan dan temperature standar. Dalam bentuk ion air juga dapat untuk di deskripsikan sebagai sebuah ion hydrogen (H+) yang akan berikatan dengan sebuah ion hidroksida yaitu (O-) .

Mekanisme AIR

Ketika melarutkan garam
Garam adalah mineral yang terdiri atas natrium dan khlor yang berbentuk Kristal dan bersenyawa menjadi natrium klorida (NaCl)
ketika ingin melarutkan garam dalam air yang harus di perhatikan adalah sebagai berikut
Titik maksimumnya tercapai
Menyinggung usaha yang belum nyata
garam mempunyai nilai kelarutan tertentu tergantung dengan apa pelarutnya seringkali dinyatakan dengan berat persatuan volume pelarut, nilai inilah yang kemudian tidak akan terlampaui
jadi jika dalam segelas larutan garam konsentrasinya terjadi sudah mencapai kelarutan dalam pelarut garam tersebut. Maka mau banyak atau pun dikitnya garam tersebut yang akan ditambahkan tidak akan mampu lagi terlarutkan larutan itu telah jenuh dengan garam, maka garam yang bertambah akan mengendap didasarnya.
Jika garam diaduk dengan sangat maka butir-butir dari garam itu akan melayang-layang saja dan untuk kembali mengendap juga, jika kita menghentikan pengadukkan nya. Nilai kelarutan akan diperoleh dari penelitian dan percobaan.

Larutan garam tersebut bukanlah sebuah reaksi. Karena reaksi dikatakan apabila adanya pemutusan ikatan lama dan pembentukkan ikatan baru.
pada garam hanya terjadfinya pemutusan iktan lama sedangkan pembentukkan iktan barunya tidak terjadi maka ia dikatakan bukan suatu reaksi.

NaCl yang dilarutkan dengan H2O akan pecah atau terurai
NaCl dipecah akan menjadi Na+ dan Cl-
masing-masing dari mereka yaitu Na dan Cl akan dikelilingi oleh air
dalam kelarutan akan selalu terjadi proses pemisahan dan proses pengikatan

Ketika melarutkan gula

rumus molekul dari gula itu sendiri adalah C6H12O6

melarukan gula yaitu berbeda-beda sesuai dengan suhu yang sedang terjadi.
tetapi sering dikenal jika melarutkan nya dengan lebih dari 65%.
gula bersifat larutan jenuh
terbuat dari 65% gula dan 35% air (menurut farmakope) atau sering dikenal dengan sirupus simplex.
sirupus simplex itu bekerja sebagai pengawet padahal gula tersebut juga anti bakteri, mengapa bisa terjadi demikian. Karena adanya proses osmosis yang terjadi.
proses osmosis adalah perpindahan molekul dari tinggi ke rendah.
yang dimaksud berpindah tersebut adalah air yang terdapat dalam tubuh bakteri sehingga bakteri itu mati.
air gula dalam kondisi sangan jenuh ketika adanya bakteri dan air yang ada di dalam tubuh bakteri tersebut akan terurai atau terserap kedalam sirupus simplex sehingga bakteri mati.
Kenapa sirupus simplex harus 65% tidak boleh lebih dari 65% karena jika sirupus simplex bekerja lebih dari 65% bukan titik jenuh melainkan lewat jenuh.

Perbedaan ikatan ketika air berbentuk padat, cair dan gas
Perbedaan itu bisa dilihat dari susunan molekul dan ikatan antar molekulnya.

Pada zat padat : memiliki bentuk dan volume yang tetap, kekuatan zat padat ini mempunyai susunan molekul yang teratur dan adanya gaya tarik menarik yang kuat.

Pada zat cair : mempunyai volume yang tetap tetapi bentuknya selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Hal ini dilihat dari molekul dan ikatan antar molekulnya. Dan zat cair juga mempunyai susunan molekul yang tidak teratur dan jarak antar molekulnya yang terjadinya kerenggangan sehingga gaya tarik menarik antar molekulnya relatif rendah.

Pada gas : Zat yang mempunyai bentuk dan volume yang tidak tetap disebabkan karena susunan molekul yang kurang teratur sehingga gaya tarik menarik antar molekulnya menjadi lemah.

SEKIAN DARI SAYA DAN TERIMAKASIH
SEMOGA BISA MEMBANTU😀

IODOMETRI

Mempelajari titrasi amatlah penting bagi mahasiswa yang mengambil jurusan kimia dan bidang-bidang yang berhubungan dengannya. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di dalam buret dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau titran atau titrator, sedangkan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di Erlenmeyer dan larutan ini disebut sebagai analit (Indigomorie, 2009).

Titrasi iodometri adalah salah satu titrasi redoks yang melibatkan iodium. Titrasi iodometri termasuk jenis titrasi tidak langsung yang dapat digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi yang lebih besar daripada sistem iodium-iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator seperti CuSO4.5H2O.

Berbeda dengan titrasi iodimetri yang mereaksikan sample dengan iodium (langsung), maka pada iodometri, sampel yang bersifat oksidator direduksi dengan kalium iodida (KI) berlebihan dan akan menghasilkan iodium (I2) yang selanjutnya dititrasi dengan larutan baku natrium thiosulfat (Na2S2O3). Banyaknya volume Natrium Thiosulfat yang digunakan sebagai titran setara dengan banyaknya sampel.

Contoh reaksi dengan Cu2+:

2 Cu 2+            +          4I        ?        2CuI   +          I2

I2         +          2S2O32-            ?        2I        +          S4O62-

Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi.Berarti proses oksidasi disertai hilangnya elektron sedangkan reduksi memperoleh elektron.
Oksidator adalah senyawa di mana atom yang terkandung mengalami penurunan bilangan oksidasi. Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan bilangan oksidasi Dalam proses analitik, iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri)

 

 

 

 

gravimetri

Gravimetri adalah pemeriksaan jumlah zat dengan cara penimbangan hasil reaksi pengendapan. Gravimetri merupakan pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Kesederhaan itu kelihatan karena dalam gravimetri jumlah zat ditentukan dengan cara menimbang langsung massa zat yang dipisahkan dari zat-zat lain.

Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan senyawa gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dapat dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur – unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan berbagai cara, seperti : metode pengendapan; metode penguapan; metode elektroanalisis; atau berbagai macam cara lainya. Pada prakteknya 2 metode pertama adalah yang terpenting, metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor – faktor pengoreksi dapat digunakan.

Potensiometri digunakan sebagai salah satu metode untuk mengukur konsentrasi suatu  larutan, dalam hal ini hubungan antara potensial sel dan konsentrasi dapat dijelaskan melalaui persamaan Nerst  :

E = Eo – RT ln Q

nF

Dimana :

Eo  : standar potensial reduksi  

R   : konsanta gas

T   : temperatur ( K )

n   : jumlah elektron yang terlibat dalam rekasi reduksi

F   : konstanta faraday

Q  : reaksi quosien.

Jika temperatur dalam laboratorium  298 K ,maka ln diubah  ke log, maka diperoleh persamaan berikut

E = Eo – 0,05916  log Q

n

Dimana E dinyatakan dalam satuan volt Mengingat bahwa potensial dari sel elektrokimia potensiometri adalah

Ecell = Ec – Ea

Elemen-elemen yang diperlukan dalam potensiometri antara lain adalah  elektroda pembanding ( acuan ),elektroda Indikator,Jembatan garam dan larutan yang dianalisis.

Pemisahan unsur atau senyawa dari senyawa atau larutan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara atau metode analisa gravimetri. Beberapa metode analisa gravimetri sebagai berikut :
Metode pengendapan
Pelarut yang dipilih harus lah sesuai sifatnya dengan sampel yang akan di larutkan,
Misalnya : HCl, H2SO4, dan HNO3 digunakan untuk melarutkan sampel dari logam – logam.
Metode peguapan atau pembebasan ( gas )
Metode elektroanalisis
Metode ekstraksi dan kromatogravi
Pada percobaan yang dilakukan praktikan menggunakan cara pengendapan.

Reaksi netralisasi terjadi pada titrasi asam basa dapat diikuti dengan elektroda indicator selektif ion, tetapan ionosasi harus kurang dari 10-8.

Reaksi redoks dengan elektroda inert dapat digunakan pada titrasi redoks, oksidator kuat KMnO4, K2Cr2O7 membentuk lapisan logam oksida yang harus dibebaskan dengan reduksi secara katoda dalam larutan encer. Persamaan nerst memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan.

Kelebihan potensiometri ialah

  • Waktu lebih cepat.
  • Titik ekuivalen dapat ditentukan.
  • Kesalahan lebih kecil.
  • Lebih spesifik.Potensiometri ini sangat bermanfaat digunakan bila
    • Tidak ada indikator yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi.
    • Daerah titik ekuivalen sangat pendek.

    Potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding yang sesuai.

    Reaksi yang berperan pada potrnsiometri ini adalh reaksi pembentukan kompleks, reaksi netralisasi ,pengendapan dan reaksi redoks. Pada reaksi pembentukan kompleks dan pengendapan, endapan yang terbentuk akan membebaskan ion terhidrasi dari larutan umunya dilakukan elektroda indikator logam.

 

 

 

POTENSIOMETRI

Potensiometri merupakan
salah satu cara pemeriksaan fisiko-kimia yang menggunakan peralatan listrik untuk mengukur potensial elektroda indikator. Besarnya potensial elektroda indikator ini tergantung pada konsentrasi ion-ion tertentu dalam larutan. Oleh karena itu, dengan menggunakan persamaan Nersnt, maka konsentrasi ion dalam larutan dapat dihitung secara langsung dari harga potensial yang diukur.Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan.

Potensiometri merupakan aplikasi langsung dari persaman Nernst dengan cara pengukuran potensial dua elektroda tidak terpolarisasi pada kondisi arus nol. Dengan pengukuran pengukuran potensial reversibel suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas atau konsentrasi suatu komponen dapat dilakukan.

Potensiometri digunakan sebagai salah satu metode untuk mengukur konsentrasi suatu  larutan, dalam hal ini hubungan antara potensial sel dan konsentrasi dapat dijelaskan melalaui persamaan Nerst  :

E = Eo – RT ln Q

nF

Dimana :

Eo  : standar potensial reduksi  

R   : konsanta gas

T   : temperatur ( K )

n   : jumlah elektron yang terlibat dalam rekasi reduksi

F   : konstanta faraday

Q  : reaksi quosien.

Jika temperatur dalam laboratorium  298 K ,maka ln diubah  ke log, maka diperoleh persamaan berikut

E = Eo – 0,05916  log Q

n

Dimana E dinyatakan dalam satuan volt Mengingat bahwa potensial dari sel elektrokimia potensiometri adalah

Ecell = Ec – Ea

Elemen-elemen yang diperlukan dalam potensiometri antara lain adalah  elektroda pembanding ( acuan ),elektroda Indikator,Jembatan garam dan larutan yang dianalisis.

Potensiometri ini sangat bermanfaat digunakan bila

  • Tidak ada indikator yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi.
  • Daerah titik ekuivalen sangat pendek.

Potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding yang sesuai.

Reaksi yang berperan pada potrnsiometri ini adalh reaksi pembentukan kompleks, reaksi netralisasi ,pengendapan dan reaksi redoks. Pada reaksi pembentukan kompleks dan pengendapan, endapan yang terbentuk akan membebaskan ion terhidrasi dari larutan umunya dilakukan elektroda indikator logam.

Reaksi netralisasi terjadi pada titrasi asam basa dapat diikuti dengan elektroda indicator selektif ion, tetapan ionosasi harus kurang dari 10-8.

Reaksi redoks dengan elektroda inert dapat digunakan pada titrasi redoks, oksidator kuat KMnO4, K2Cr2O7 membentuk lapisan logam oksida yang harus dibebaskan dengan reduksi secara katoda dalam larutan encer. Persamaan nerst memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan.

Kelebihan potensiometri ialah

  • Waktu lebih cepat.
  • Titik ekuivalen dapat ditentukan.
  • Kesalahan lebih kecil.
  • Lebih spesifik.

Pada dasarnya semua titrasi dapat diikuti secara potensiometri dengan bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding. dengan demikian kurva titrasi yang diperoleh dengan menghubungkan antara potensial terhadap volume titran yang ditambahkan akan mempunyai kenaikan yang tajam di sekitar titik ekuivalen, sehingga dari gravik ini dapat diperkirakan titik akhir titrasi.

     Cara potensiometri ini sangat berguna ketika tidak ada indikator yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi, dan ketika daerah titik ekuivalen sangat pendek sehingga tidak ada indikator yang cocok.
     Penentuan titik ekuivalen titrasi potensiometri dengan cara diferensial dilakukan dengan merajah kurva titrasi turunan pertama dan atau turunan kedua yang disebut kurva diferensial. Kurva diferensial pertama dibuat dengan menghitung kenaikan pH per satuan kenaikan volume titran (ΔpH / ΔV) atau (ΔE / ΔV), kemudian perbandingan ΔpH/ΔV atau (ΔE/ΔV) disajikan dalam bentuk grafik sebagai fungsi dari volume titran yang ditambahkan. Sementara itu kurva diferensial kedua dibuat dengan cara merajah (Δ2pH / ΔV2)
atau (Δ2E / ΔV2), kemudian perbandingan Δ2pH/ ΔV2 atau ΔE2/ ΔV2 disajikan dalam bentuk grafik sebagai fungsi dari volume titran yang ditambahkan.

spektrofotometri

Spektrofotometri adalah suatu metode analisa yang berdasarkan pada pengukuran serapan  sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.
alat spektofotometri adalah spektofotometer
Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu :
A =     log ( Io / It )         =  a b c
Keterangan  : Io = Intensitas sinar datang
It = Intensitas sinar yang diteruskan
a = Absorptivitas
b = Panjang sel/kuvetSpektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut mengabsorbsi berkas sinar atau cahaya. Spektrofotometri adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan fotometer. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu, sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorpsi. Istilah spektrofotometri berhubungan dengan pengukuran energi radiasi yang diserap oleh suatu sistem sebagai fungsi panjang gelombang dari radiasi maupun pengukuran panjang absorpsi terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu (Underwood 1994).
Secara umum spektrofotometri dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
a) Spektrofotometer ultraviolet
b) Spektrofotometer sinar tampak
c) Spektrofotometer infra merah
d) Spektrofotometer serapan atom
c = konsentrasi (g/l)
A = Absorban
Secara eksperimen hukum Lambert-beer akan terpenuhi apabila peralatan yang digunakan memenuhi kriteria-kriteria berikut:
1.Sinar yang masuk atau sinar yang mengenai sel sampel berupa sinar dengan dengan panjang gelombang tunggal (monokromatis).
2.Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak dipengaruhi oleh molekul yang lain yang ada bersama dalam satu larutan.
3.Penyerapan terjadi di dalam volume larutan yang luas penampang (tebal kuvet) yang sama.
4.Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Artinya larutan yang diukur harus benar-benar jernih agar tidak terjadi hamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid atau suspensi yang ada di dalam larutan.
5.Konsentrasi analit rendah. Karena apabila konsentrasi tinggi akan menggangu kelinearan grafik absorbansi versus konsntrasi.

Faktor-faktor yang sering menyebabkan kesalahan dalam menggunakan spektrofotometer dalam mengukur konsentrasi suatu analit:
1.Adanya serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat pembentuk warna.
2.Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa, namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.
3.Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi sangat rendah atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan (melalui pengenceran atau pemekatan).

Gugus fungsi yang menyerap radiasi di daerah ultraviolet dekat dan daerah tampak disebut khromofor dan hampir semua khromofor mempunyai ikatan tak jenuh. Pada khromofor jenis ini transisi terjadi dari π   π*, yang meyerap pada λmakskecil dari 200 nm (tidak terkonjugasi), misalnya pada >C=C< dan -C≡C-. Khromofor ini merupakan tipe transisi dari sistem yang mengandung elektron π pada orbital molekulnya. Untuk senyawa yang mempunyai sistem konjugasi, perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi menjadi lebih kecil sehingga penyerapan terjadi pada panjang gelombang yang lebih besar.

Gugus fungsi seperti –OH. –NH2, dan –Cl yang mempunyai elektron-elektron valensi bukan ikatan disebut auksokhrom yang tidak menyerap radiasi pada panjang gelombang lebih besar dari 200 nm, tetapi menyerap kuat pada ultraviolet jauh. Bila suatu auksokhrom mengikat pada suatu khromofor, maka pita serapan khromofor bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang (efek batokhrom) dengan intensitas yang lebih kuat. Efek hipsokhrom adalah suatu pergeseran pita serapan ke panjang gelombang yang lebih pendek yang sering terjadi bila muatan positif dimasukan kedalam molekul dan bila pelarut berubah dari non polar ke pelarut polar.
Secara umum, faktor yang menjadi sumber kesalahan dalam pengukuran sehingga menimbulkan variasi hasil, antara lain adalah:
1. Perbedaan yang terdapat pada obyek yang diukur.
Hal ini dapat diatasi dengan :
a.Obyek yang akan dianalisis diperlakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh ukuran kualitas yang homogen.
b.Mengggunakan tekhnik sampling dengan baik dan benar
2. Perbedaan situasi pada saat pengukuran
Perbedaan ini dapat diatasi dengan cara mengenali persamaan dan perbedaan suatu obyek yang terdapat pada situasi yang sama. Dengan demikian sifat-sifat dari obyek dapat diprediksikan.
3. Perbedaan alat dan instrumentasi yang digunakan
Cara yang digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan alat pengatur yang terkontrol dan telah terkalibrasi.
4. Perbedaan penyelenggaraan/administrasi
Kendala ini diatasi dengan menyelesaikan permasalahannon-teknis dengan baik sehingga keadaan peneliti selalu siap untuk sehingga melakukan kerja.
5. Perbedaan pembacaan hasil pengukuran
Kesalahan ini dapat diatasi dengan selalu berupaya untuk mengenali alat atau instrumentasi yang akan digunakan terlebih dahulu.

Digunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis. Alatnya berupa prisma ataupun  grating. untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diinginkan dari hasil penguraian dapat digunakan celah
  • Sumber radiasi
Sumber yang biasa digunakan  lampu hidrogen atau deuterium untuk pengukuran UV dan lampu tungsten untuk pengukuran cahaya tampak.
  • Sel / Kuvet
Pada pengukuran di daerah sinar tampak kuvet kaca dapat digunakan, tetapi untuk pengukuran pada daerah UV kita harus menggunakan sel kuarsa karena gelas tidak tembus cahaya pada daerah ini. Umumnya tebal kuvetnya adalah 1 cm, tetapi yang lebih kecil ataupun yang lebih besar dapat digunakan.
  • Monokromator
Digunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis. Alatnya berupa prisma ataupun  grating. untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diinginkan dari hasil penguraian dapat digunakan celah
  • Detektor
Peranan detektor adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang.
Tipe kesalahan dalam pengukuran analitik dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Kesalahan serius (Gross error)
Tipe kesalahan ini sangat fatal, sehingga konsekuensinya pengukuran harus diulangi. Contoh dari kesalahan ini adalah kontaminasi reagent yang digunakan, peralatan yang memang rusak total, sampel yang terbuang, dan lain lain. Indikasi dari kesalahan ini cukup jelas dari gambaran data yang sangat menyimpang, data tidak dapat memberikan pola hasil yang jelas, tingkat reprodusibilitas yang sangat rendah dan lain lain.
2. Kesalahan acak (Random error)
Golongan kesalahan ini merupakan bentuk kesalahan yang menyebabkan hasil dari suatu perulangan menjadi relatif berbeda satu sama lain, dimana hasil secara individual berada di sekitar harga rata-rata. Kesalahan ini memberi efek pada tingkat akurasi dan kemampuan dapat terulang (reprodusibilitas). Kesalahan ini bersifat wajar dan tidak dapat dihindari, hanya bisa direduksi dengan kehati-hatian dan konsentrasi dalam bekerja.
3. Kesalahan sistematik (Systematic error)
Kesalaahn sistematik merupakan jenis kesalahan yang menyebabkan semua hasil data salah dengan suatu kemiripan. Hal ini dapat diatasi dengan:
a. Standarisasi prosedur
b. Standarisasi bahan
c. Kalibrasi instrument