pembahasan panca indera

pada praktikum panca indera terdapat beberapa prosedur yang harus di kerjakan antara lain :
pengelihatan, kecap(rasa), pendengaran dan kesetimbangan dan penciuman .
pertama-tama di lakukan prosedur pengelihatan yang meliputi anatomi mata dan fisiologi pengelihatan . fisiologi pengelihatan terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu refleks akomodasi dan titik dekat.
pertama-tama prosedur yang harus di lakukan adalah anatomi mata , pada anatomi mata hanya mempelajari anatomi mata tetapi tidak membuat gambar serta nama bagian-bagian anatomi mata hal ini di karenakan waktu yang di sediakan kurang sehingga tidak di lakukan setelah anatomi mata melakukan prosedur pengelihatan dengan refleks akomodasi pada percobaan ini ukuran pupil mata pada sinar biasa besar di bandingkan dengan ukuran pada sinar terang hal ini di sebabkan karena adanya reaksi mata dan adanya refleks akomodasi. pada melakukan titik dekat prosedur yang di lakukan adalah melihat adanya objek yang berganda dan tunggal objek ganda berjarak 5cm dan tunggal kurang dari 10 m hal ini terjadi karena adanya refleks akomodasi.bintik buta di lakukan terakhir pada percobaan fisiologi pengelihatan di dalam percobaan ini harus melihat tanda (+) dengan jarak 60cm dengan mata kiri yang tertutup, dengan mata kanan fokuskan mata pada tanda tersebut sampai tanda tersebut menghilang dan tanda tersebut pun menghilang dengan jarak 16cm ini di karenakan karena di dalam retina berfungsi melihat cahaya dan sel kerucut berfungsi menangkap cahaya dan melihatnya, dengan jarak tersebut mata kita di katakan normal jika melebihi batas jarak berarti mata kita buta warna, buta warna biasanya tidak bisa melihat warna merah dan hijau dan biasanya terjadi pada laki-laki karena laki-laki mempunyai hormon x dan y yang kurang stabil di bandingkan dengan hormon perempuan yaitu x dan x yang stabil.

setelah melakukan pengelihatan yang selanjutnya adalah pengecapan (rasa) pengecapan di bagi atas dua bagian yaitu distribusi reseptor kecap, dan nilai ambang rasa di dalam prosedur ini harus bisa membedakan adanya rasa pahit, manis, asam, dan asin dengan bahan coffein 1% dan 0,1 % untuk mewakili rasa pahit, sukrosa 5% dan 0,5% untuk rasa manis, HOAC 1% dan 0,1% untuk rasa asam dan NaCl 10% dan 0,1% untuk rasa asin. pada percobaan coffein 1%, sukrosa 5%, HOAC 1% dan NaCl 10% mendapatkan rasa sesuai dengan rasa nya masing-masing tetapi pada coffein 0,1%, sukrosa 0,5%, HOAC 0,1% dan NaCl 0,1% semuanya tidak berasa hal ini di sebakan karena adanya nilai abang rasa, nilai ambang rasa tersebut bahan-bahan nya telah di encerkan sehingga rasa yang seharusnya pahit, manis, asam dan asin tersebut tidak berasa sama sekali.

setelah pengecap prosedur selanjutnya adalah pendengaran dan kesetimbangan, pendengaran meliputi anatomi telinga dan fisiologi pendengaran pada fisiologi pendengaran meliputi ketajaman pendengaran, uji weber dan kesetimbangan tetapi anatomi telinga tidak di lakukan kemungkinan di dalam prosedur anatomi telinga tersebut membutuhkan waktu yang sedikit lama sehingga tidak di lakukan lalu pada anatomi fisiologi pendengaran ketajaman pendengaran di lakukan dengan cara mendengar adanya detik jam pada jarak tertentu sampai detik jam tersebut tidak terdengar adanya suara lagi, bila tidak ada suara detik jam di hitung jaraknya. mendengarnya dengan menggunakan telinga kiri dan kanan pada telinga kiri di peroleh hasil detak tak terdengar dengan jarak 13,5cm dan detak terdengar lagi 7cm tetapi berbeda dengan hasil telinga kanan yaitu pada saat detak tak terdengar berjarak 10cm dan detak terdengar lagi dengan jarak 5,5 cm perbedaan jarak telinga kiri dan telinga kanan cukup jauh pada telinga kiri pendengaran nya lebih tajam di bandingkan dengan telinga kanan karena telinga kiri dapat merespon pendengaran lebih kuat jika di bandingkan dengan telinga kanan.
setelah melakukan ketajaman pendengaran prosedur selanjutnya adalah uji weber pada uji weber menentukan adanya ketulian dan di lakukan di dalam ruangan yang sepi dengan menggunakan garpu tala, garpu tala di pukul dengan menggunakan lutut kemudian gigit garpu tala diantara gigi dan mulut terbuka bergetar di rahang hal tersebut normal tidak adanya ketulian karena orang dengan pendengaran normal akan melokalisir suara yang terdengar seakan berasal dari posisi median penyebabnya pada posisi median dapat menangkap ketajaman pendengaran lebih cepat sedangkan jika penderita ketulian konduktif pada salah satu telinga akan mendengar suara lebih jelas pada telinga tersebut di sebabkan karena pada penderita  kondisi ketulian salah satu telinga nya lebiah menanggapi rangsang ketika di beri bunyi yang sangat keras sekali dan uji kesetimbangan di lakukan dengan cara berdiri tegak kemudian merapatkan kakinya dan menutup matanya bila alat kesetimbangan tidak dalam keadaan baik, maka seseorang tidak sanggup memelihara kesetimbangan, dan hasil yang di peroleh adalah dengan waktu 2,5 menit maka dari hasil tersebut tidak adanya memelihara kesetimbangan, tidak ada nya kesetimbangan di sebabkan seringnya begadang dan kurangnya tidur sehingga tubuh tidak mencapai kesetimbangan maka dari itu jika ingin adanya kesetimbangan tubuh tidurlah dengan selayaknya dengan waktu yang telah di tentukan.

hal yang terakhir adalah melakukan prosedur penciuman yang meliputi adaptasi penciuman, transmisi implus penciuman, dan interaksi rasa dengan penciuman. pada adaptasi penciuman hal yang di lakukan adalah mencium kamfer dengan satu lubang hidungnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: