pembahasan sistem saraf

fisiologi katak .
pada praktikum sistem saraf mempelajari tentang fisiologi katak .
dalam fisiologi katak mengamati adanya pernapasan, gerak melompat, posisi kepala dan gerak buka tutup mata, keseimbangan katak pada berbagai kemiringan bejana, bagaimana cara membalikkan katak pada saat katak terlentang , adanya refleks penarikan kaki pada saat katak di gantung di atas statif dengan kedua kaki depan di ikat dan salah satu kakinya di jepit, dan yang terakhir adalah gerakan katak pada saat berenang. Dalam percobaan-percobaan di atas ada 4 tanda untuk menunjukan suatu refleks :
Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
+++ tanda untuk menunjukan reaksi kuat
++ untuk reaksi sedang
+ untuk reaksi lemah dan
– untuk tidak adanya reaksi
pertama-tama mengamati kesetimbangan katak pada berbagai kemiringan bejana adalah pada saat bejana di miringkan pernapasan katak memberi kan tanda (+++), gerak melompatnya menunjukan tanda (+) mungkin di karenakan katak tersebut tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya pada saat kemiringan, posisi kepala nya menunjukkan reaksi (+++) karena kepalanya selalu dalam posisi yang sama yaitu ke atas, dan ketika gerak tutup buka mata menunjukkan tanda (+++) karena pada saat bejala di miringkan mata dengan sangat refleksnya akan membuka dan menutup dengan sendirinya.
Setelah mengamati dari berbagai kemiringan bejana di amati ketika kata terlentang dan cara membalikkan tubuhnya .
ketika kata terlentang dan pada saat membalikkan tubuhnya pernapasan katak memberikan tanda (+++) karena ketika pada saat katak membalikkan tubuhnya refleks pernapasan katak semakin kuat dari pada sebelumnya, gerak melompatnya memberikan tanda (+) karena pada saat akan membalikkan tubuhnya katak tersebut agak terlalu susah untuk melompat di karenakan tubuh yang kurang seimbang, posisi kepala menunjukkan tanda (+++) karena ketika katak membalikkan tubuhnya posisi kepala tidak akan pernah berubah, dan sama halnya dengan buka tutup mata juga menunjukkan tanda (+++) karena buka tutup mata itu hal yang refleks yang tidak akan berubah pada saat katak bergerak seperti apapun .
Lalu setelah katak di amati pada posisi terlentang katak di amati juga pada saat katak  pada saat katak di gantung di atas statif dengan kedua kaki depan di ikat dan salah satu kakinya di jepit, yang terjadi semua memberikan tanda (+++) ketika katak bernapas, posisi kepala dan buka tutup mata karena pernapasan, posisi kepala dan buka tutup mata adalah hal yang refleks yang tidak akan mungkin berubah jika katak tersebut melakukan pekerjaan apapun tetapi berbeda dengan gerak melompat yang menunjukkan tanda (-) karena pada saat katak di gantung di atas statif katak tidak bisa melompat sama sekali apa lagi dengan kedua kaki di ikat dan salah satu jari nya di jepit . Hal-hal tersebut yang menyebabkan tidak adanya gerak melompat pada katak .
Setelah memperhatikan pada saat di gantung perhatikan juga katak pada saat berenang di dalam setengah air bejana , pada saat berenang pernapasan katak menunjukkan tanda (+++) karena pada saat berenang katak dapat mengatur dengan benar pernapasannya tersebut, gerak melompatnya menunjukkan tanda (++) yang artinya kurang stabil karena pada saat di dalam air gerakkan melompat katak agak terhambat oleh adanya air tersebut, posisi kepalanya menunjukkan tanda (+++) yaitu ke atas karena pada saat berenang posisi kepala katak ke atas selalu tidak pernah berubah posisi, sedangkan buka tutup mata menunjukkan tanda (++) yang artinya kurang stabil karena pada saat berenang katak tidak begitu kelihatan adanya refleks buka tutup mata tersebut.
Setelah di perhatikkan   fisiologi katak mengamati adanya pernapasan, gerak melompat, posisi kepala dan gerak buka tutup mata, keseimbangan katak pada berbagai kemiringan bejana, bagaimana cara membalikkan katak pada saat katak terlentang , adanya refleks penarikan kaki pada saat katak di gantung di atas statif dengan kedua kaki depan di ikat dan salah satu kakinya di jepit, dan yang terakhir adalah gerakan katak pada saat berenang pada katak yang dalam keadaan normal, di perhatikkan pula hal yang sama seperti sebelumnya pada keadaan pada saat otak katak di rusak. Pada saat otak katak di rusak banyak perubahan nya yang terjadi seperti hal nya sebelum otak katak di rusak pernapasan, gerak melompat, buka tutup mata dan posisi kepala dalam keadaan apapun banyak menunjukkan tanda (+++) tetapi pada saat otak katak di rusak katak tersebut rata-rata menunjukkan tanda (+) yang artinya lemah. Karena pada saat otak katak di rusak sistem sarafnya tidak berjalan dengan baik karena sistem saraf yang baik itu adalah sistem yang di pengaruhi dengan otak jadi ketika otak di rusak sistem saraf tidak akan berjalan dengan baik .
Selain memperhatikan fisiologi katak mengenai pernapasan, gerak melompat, posisi kepala dan buka tutup mata pada saat otak katak di rusak di perhatikkan pula pada saat rahang katak di potong dengan menutupinya dengan kain yang terjadi adalah buka tutup mata, posisi kepala dan gerak melompat menunjukkan tanda (+++) karena pada saat rahang di potong dengan refleksnya mata akan buka tutup mata dengan sendirinya sama dengan posisi kepala dan gerak melompat yang akan terjadi refleks juga tetapi pada saat pernapasan nya terganggu yang menunjukkan tanda (+) karena rahang berdekatan dengan saluran pernapasan jadi ketika rahang di potong maka saluran pernapasan pun akan gterganggu pula .
Tetapi ketika rahang di potong tidak akan menyebabkan reaksi yang begitu parah di bandingkan dengan pada saat otak katak di rusak karena otak lah yang mengatur daya kerja katak tersebut .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: