pembahasan sistem reproduksi

Pada praktikum sistem reproduksi yang telah di lakukan terdapat 3 tikus yang telah disediakan .
2 tikus pasangan yang telah di kawinkan dan 1 tikus betina yang masih perawan . Lalu di cek kesuburan dari kedua tikus putih betina tersebut dengan cara dimasukkan Nacl fisiologi ke dalam vagina dengan menggunakan mikro pipet, setelah cairan nya terambil diamati dibawah mikroskop dan hasilnya adalah kedua tikus betina tersebut sedang mengalami masa kesuburan ini di buktikan dari asupan kalorinya karena saat beranjak dewasa tikus dapat mempertahankan kesuburannya hingga usia lanjut. Efek kesuburan ini bahkan tetap berlanjut saat tikus diberikan makanan yang banyak. Tikus yang diperbolehkan makan dengan bebas mengalami penurunan jumlah sel telur yang dihasilkan saat ovulasi dan sel telur matang yang siap dibuahi. Sedangkan sel telur dari tikus yang dibatasi asupan makanannya lebih mirip sel telur tikus betina dewasa muda yang sehat pada usia reproduksi yang prima.

Untuk dapat mempertahankan jenisnya maka, masing-masing organnisme akan melakukan terjadinya sistem perkembangbiakan. Dan sistem yang menyebabkan berperannya perkembangbiakan hewan adalah sistem reproduksi. Sistem reproduksi pada vertebrata adalah sistem reproduksi seksual. Secara umumnya sistem reproduksi pada vertebrata terdiri atas kelenjar kelamin (gonad). Dan untuk mempertahankan jenisnya maka, suatu organnisme akan melakukan perkembangbiakan. Sistem yang berperan dalam perkembangbiakan hewan adalah sistem reproduksi. Sistem reproduksi pada vertebrata adalah sistem reproduksi seksual. Secaraumum sistem reproduksi pada vertebrata terdiri atas saluran reproduksi, kelenjar kelamin (gonad), dan kelenjar seks aksesori (pada mamalia). Hewan-hewan yang melakuakan vertilisasi secara internal, yang jantan memiliki organ kopulatoris yang berfungsi untuk menyalurkan sperma dari organisme jantan ke organisme betina dan kelenjar seks aksesori (pada mamalia).
Sistem reproduksi pada hewan betina terdiri atas ovarium dan sistem duktus.Sistem tersebut tidak hanya menerima telur- telur yang diovulasikan oleh ovarium dan akan membawa telur-telur ke tempat implantasi yaitu uterus,tetapi juga menerima sperma yang akan membawanya ke tempat fertilisasi yaitu oviduk. Sistem reproduksi betina juga terdapat adanya sepasang ovarium. Ovarium tersebut terletak di daerah dekat ginjal, yaitu tempat ovarium pertama kali mengalami diferensiasi. Ukuran ovarium sangat tergantung pada umur dan status reproduksi betina.

Organ yang pertama penyusun sistem reproduksi adalah gonad. Pada hewan jantan, gonadnya berupa testis sedangkan pada yang betina disebut ovarium. Lalu Gonad berfungsi sebagai penghasil sel kelamin atau sering disebut juga sel gamet. Pada Gamet jantan disebut spermatozoa sedangkan pada gamet yang betina sel telur(ovum). Testis bentuknya bulat telur dan terletak di dalam skrotum, dibungkusdengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis tergantung pada hewannya.Jika testis tidak turun ke skrotum disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas.Lintasan antara rongga abdomen dan rongga skrotum disebut saluran inguinal.

 Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferen kemudianakan menuju epididimis. Epididimis terletak di sekeliling testis. Epididimis anterior (kaputepididimis) lalu kea rah posteriorkorpuus dan kauds yang berbatasan dengan duktusdeferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktud deferen, dan vesikula seminalis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: