AIR

Air adalah salah satu senyawa yang di ketahui penting di bumi bagi semua bentuk kehidupan sampai saat ini, tetapi tidak untuk planet lain.
Wujud dari air itu sendiri adalah padatan (berupa es), cairan (berupa air), dan gas (berupa uap air)
Air itu merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.Air mampu menutupi bumi sampai 71%nya.
Stuktur molekul air adalah  H2O, terdiri dari 3 buah atom yaitu H-O-H, dua buah atom hydrogen tersebut terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Selain di lihat dari wujud nya air juga dilihat dari sifat-sifat air tersebut pada kondisi standar yaitu : tidak berasa, tidak berbau dan tidak bewarna, yaitu pada tekanan 100 kPa  dan temperatur 273,15 K (0 °C).

Analisis dari air ini sendiri adalah sebagai berikut
suatu atom stabil pada saat dalam keadaan oktet (8) kecuali pada helium dan hydrogen yang memiliki kulit terluarnya 2. Pada air terdapat atom O yang memiliki 6 elektron terluar dan H memiliki 2 elektron terluar. Jika ingin stabil maka atom H yang memiliki 2 elektron harus memberikan nya kepada atom O yang memiliki 6 elektron yang akan menimbulkan adanya kestabilan. Dari hasil tersebut akan menghasilkan 2 pasang ikatan dan 2 jumlah pasangan electron yang terdapat dalam suatu molekul, 2 pasang electron dan 2 jumlah pasangan electron bebas sebanyak 2.
Penjelasannya

2 ikatan yang terjadi terlihat seperti gambar di atas antara dua electron H yang memberikan electron kepada atom O.
Total jumlah electron yang terdapat dalam H2O tersebut berjumlah 8 di lihat dari atom 0 yang memiliki 6 elektron dan 2atom H yang masing-masing memiliki 2 elektron.
Jumlah pasangan electron 2 yaitu antara O&H.

Dalam air pula akan membentuk ikatan dalam molekulnya yaitu ikatan polar, ikatan polar di bentuk dari atom yang  memiliki elektronegatifitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikatan-ikatan yang lainnya.
H memiliki elektronegatifitasnya 2,1
O memiliki elektronegatifitasnya 3,5
jadi perbedaan elektronegatifitasnya adalah 1,4

Molekul air dapat membentuk suatu materi
air dapat dibentuk dari atom O dan 2 atom H, mereka saling membutuhkan satu sama lain yaitu adanya pelepasan electron dan penerimaan electron.
melepas akan dilakukan oleh atom H dan yang menerima akan dilakukan oleh atom O, dari hasil tersebut akan terjadinya tarik menarik antara kedua atom tersebut dan dari tarik menarik tersebut akan mencapai nya kestabilan.
Jika stabil akan membentuk suatu molekul dari molekul akan membentuk materi yang terjadi dari ikatan (+) yaitu pada atom H dan  (-) pada atom O.

Polaritas dari air adalah tetrahedral semu dengan bentuk molekul planar bentuk V (bentuk sudut). Pada air terdapat 2 pasang elektron bebas dan 2 pasang electron terikat.
Pasangan electron bebas tersebut lebih kuat menolak pasangan electron terikat sehingga sudut dari HOH menjadi 104,5 derajat.

Ikatan kima adalah interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang yang menyebabkan suatu diatomic atau poliatomik menjadi stabil.
ikatan terjadi karena adanya perbadaan muatan yang menyababkan adanya tarik menarik antara dua atom tersebut.

Air dikenal sebagai pelarut universal, ini dilihat dari air yang dikenal sebagai melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cairan padat dibawah tekanan dan temperature standar. Dalam bentuk ion air juga dapat untuk di deskripsikan sebagai sebuah ion hydrogen (H+) yang akan berikatan dengan sebuah ion hidroksida yaitu (O-) .

Mekanisme AIR

Ketika melarutkan garam
Garam adalah mineral yang terdiri atas natrium dan khlor yang berbentuk Kristal dan bersenyawa menjadi natrium klorida (NaCl)
ketika ingin melarutkan garam dalam air yang harus di perhatikan adalah sebagai berikut
Titik maksimumnya tercapai
Menyinggung usaha yang belum nyata
garam mempunyai nilai kelarutan tertentu tergantung dengan apa pelarutnya seringkali dinyatakan dengan berat persatuan volume pelarut, nilai inilah yang kemudian tidak akan terlampaui
jadi jika dalam segelas larutan garam konsentrasinya terjadi sudah mencapai kelarutan dalam pelarut garam tersebut. Maka mau banyak atau pun dikitnya garam tersebut yang akan ditambahkan tidak akan mampu lagi terlarutkan larutan itu telah jenuh dengan garam, maka garam yang bertambah akan mengendap didasarnya.
Jika garam diaduk dengan sangat maka butir-butir dari garam itu akan melayang-layang saja dan untuk kembali mengendap juga, jika kita menghentikan pengadukkan nya. Nilai kelarutan akan diperoleh dari penelitian dan percobaan.

Larutan garam tersebut bukanlah sebuah reaksi. Karena reaksi dikatakan apabila adanya pemutusan ikatan lama dan pembentukkan ikatan baru.
pada garam hanya terjadfinya pemutusan iktan lama sedangkan pembentukkan iktan barunya tidak terjadi maka ia dikatakan bukan suatu reaksi.

NaCl yang dilarutkan dengan H2O akan pecah atau terurai
NaCl dipecah akan menjadi Na+ dan Cl-
masing-masing dari mereka yaitu Na dan Cl akan dikelilingi oleh air
dalam kelarutan akan selalu terjadi proses pemisahan dan proses pengikatan

Ketika melarutkan gula

rumus molekul dari gula itu sendiri adalah C6H12O6

melarukan gula yaitu berbeda-beda sesuai dengan suhu yang sedang terjadi.
tetapi sering dikenal jika melarutkan nya dengan lebih dari 65%.
gula bersifat larutan jenuh
terbuat dari 65% gula dan 35% air (menurut farmakope) atau sering dikenal dengan sirupus simplex.
sirupus simplex itu bekerja sebagai pengawet padahal gula tersebut juga anti bakteri, mengapa bisa terjadi demikian. Karena adanya proses osmosis yang terjadi.
proses osmosis adalah perpindahan molekul dari tinggi ke rendah.
yang dimaksud berpindah tersebut adalah air yang terdapat dalam tubuh bakteri sehingga bakteri itu mati.
air gula dalam kondisi sangan jenuh ketika adanya bakteri dan air yang ada di dalam tubuh bakteri tersebut akan terurai atau terserap kedalam sirupus simplex sehingga bakteri mati.
Kenapa sirupus simplex harus 65% tidak boleh lebih dari 65% karena jika sirupus simplex bekerja lebih dari 65% bukan titik jenuh melainkan lewat jenuh.

Perbedaan ikatan ketika air berbentuk padat, cair dan gas
Perbedaan itu bisa dilihat dari susunan molekul dan ikatan antar molekulnya.

Pada zat padat : memiliki bentuk dan volume yang tetap, kekuatan zat padat ini mempunyai susunan molekul yang teratur dan adanya gaya tarik menarik yang kuat.

Pada zat cair : mempunyai volume yang tetap tetapi bentuknya selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Hal ini dilihat dari molekul dan ikatan antar molekulnya. Dan zat cair juga mempunyai susunan molekul yang tidak teratur dan jarak antar molekulnya yang terjadinya kerenggangan sehingga gaya tarik menarik antar molekulnya relatif rendah.

Pada gas : Zat yang mempunyai bentuk dan volume yang tidak tetap disebabkan karena susunan molekul yang kurang teratur sehingga gaya tarik menarik antar molekulnya menjadi lemah.

SEKIAN DARI SAYA DAN TERIMAKASIH
SEMOGA BISA MEMBANTU😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: